tata teknik pentas

Tata Teknik Pentas (TTP) merupakan pengetahuan yang mempelajari seluk beluk tentang pementasan atau pertunjukan; antara lain pengenalan pentas atau panggung (staging), komposisi pentas (composition), tata rias (make up), tata busana (costuming), tata lampu (lighting), dekorasi (scenery), dan tata suara (sound sistem). Tanpa memperhatikan unsur-unsur tersebut di atas, pertunjukan tari kurang menarik, monoton, banyak pengulangan, bahkan tidak dapat berjalan dengan lancar dan baik. Sebagai contoh, apabila seseorang menari dengan arah hadap hanya ke depan saja tidak ada variasi maka akan terlihat monoton dan membosankan, berbeda apabila dibuat arah yang berbeda dan variasi level, walaupun geraknya masih sama tetapi akan nampak bervariasi.

Beberapa pengertian TTP

 Padmo Darmoyo dalam buku tata teknik pentas untuk SMKI (1988), tata yang berarti susunan atau aturan, tata pentas berarti segala sesuatu yang berkenaan dengan pentas yang telah diatur, tidak termasuk manusia (pemeran/ pemain/benda hidup) sebagai media utama yang berada di pentas, tetapi segala sesuatu dibatasi pada benda-benda mati yang berada di pentas. Teknik berarti cara perlakuan atau cara pelaksanaan segala sesuatu yang berkenaan dengan benda-benda yang diperlukan. Juga mengandung pengertian menguasai cara kerja bendabenda yang diperlukan. Teknik pentas berarti cara perlakuan/penguasaan cara kerja benda-benda yang diperlukan dalam hubungannya dengan pentas. Pentas adalah sebuah tempat yang dipergunakan untuk mempertunjukkan sesuatu pemeranan yang dengan sadar mengisyaratkan sebuah nilai kesenian. Pentas belum tentu merupakan panggung (tempat dengan ketinggian tertentu). Pentas dapat berupa sebuah tempat yang mendatar rata saja, misalnya halaman rumah untuk pertunjukan. Tempat pertunjukan dengan ketinggian (staging) dimaksudkan untuk mengangkat ke atas pertunjukan itu sendiri agar mendapat perhatian penonton. Tata dan Teknik Pentas berarti pelaksanaan tata atau cara aturan serta penguasaan cara kerja benda-benda di luar manusia atau pemeran yang berada di dalam ruang dan waktu yang berlaku di tempat pertunjukan kesenian.

Harimawan dalam buku Dramaturgi (1987) menyatakan bahwa tata teknik pentas adalah segala yang menyangkut soal tata pakaian, tata rias, dekor, dan tata sinar. Semua ini harus disesuaikan dengan nada dasar. Misalnya, kalau tragedy/kesedihan menggunakan warna- warna gelap, abu-abu, sedangkan untuk komedi dengan warna yang menyolok/ menggembirakan. Tata Teknik Pentas ialah segala masalah yang tidak termasuk cerita, naskah, dan acting. Tata teknik pentas pada dasarnya merupakan unsur penunjang seni pertunjukan (performing art) yang menggunakan manusia atau pemeran sebagai alat media utamanya. Seni pertunjukan tersebut dapat berupa seni teater maupun seni tari. Oleh karena perkembangan seni tari seiring dengan teater maka kita bertolak dari perkembangan arsitektur teater.

Menurut Tjahyono (1987) pengertian tata teknik pentas adalah suatu pengetahuan yang mempelajari seluk beluk tentang pementasan. Dari beberapa pendapat di atas dapat disebutkan bahwa tata teknik pentas merupakan penataan atau penyusunan pemain, benda-benda dan perlengkapan penunjang pertunjukan di dalam bingkai pentas dengan mempertimbangkan aspek etika dan estetika.
A. Ruang lingkup TTP Mempelajari Tata Teknik Pentas tidak hanya secara teoritik saja tetapi harus didukung dengan apresiasi dan praktek langsung sehingga seseorang akan memiliki kemampuan, wawasan, dan keterampilan yang handal di bidang tersebut. Ruang lingkup tata teknik pentas meliputi tata panggung, tata dekor, tata cahaya, tata suara, perlengkapan pentas, dan cara perlakuannya. Semua komponen itu saling terkait dan mendukung satu sama lain dalam sebuah kegiatan pertunjukan.
 B. Fungsi TTP Tata Teknik Pentas berfungsi sebagai unsur atau komponen yang penting bagi sebuah pertunjukan, tanpa pengetahuan atau menguasai hal tersebut maka hasil secara totalitas nilai artistik kurang baik. Jadi fungsi pokok adalah menjadikan pertunjukan lebih baik, bagus, indah, memberikan kepuasan, serta bermakna bagi penonton dan para artisnya.
C. Manfaat mempelajari TTP Tidak ada sebuah ilmu atau pengetahuan yang tidak bermanfaat, sekecil apapun bentuknya pasti ada kegunaan bagi siapa saja yang menggunakan dengan baik. Tata teknik pentas sebagai salah satu ilmu pengetahuan yang penting dan perlu diketahui, dipelajari dan dikuasai oleh mereka yang menggeluti dunia seni pertunjukan. Manfaat bagi individu seniman, artis, guru seni , sutradara, koreografer menjadikan mereka percaya diri, menguasai panggung arena pertunjukan, dan membuat penonton tertarik.

.     Jenis-Jenis Panggung
 Panggung adalah tempat berlangsungnya sebuah pertunjukan dimana interaksi antara kerja penulis lakon, sutradara, dan aktor ditampilkan di hadapan penonton. Jenis panggung yang sering digunakan adalah, panggung proscenium, panggung arena dan  panggung thrust, Dengan memahami bentuk dari masingmasing panggung inilah, penata panggung dapat merancangkan karyanya berdasar lakon yang akan disajikan dengan baik.
1. Proscenium
Panggung proscenium bisa juga disebut sebagai panggung bingkai karena penonton menyaksikan aksi aktor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkung proscenium  Kalau Di Banjarmasin kal-sel bisa kita lihat pada BALAIRUNG SARI Taman Budaya KAL-SEL.
2. Arena
Panggung arena adalah panggung yang penontonnya melingkar atau duduk mengelilingi panggung, Penonton sangat dekat  sekali dengan pemain. Agar semua pemain dapat terlihat dari setiap sisi maka penggunaan set dekor berupa bangunan tertutup vertikal tidak diperbolehkan karena dapat menghalangi pandangan penonton. Panggung arena biasanya dibuat secara terbuka (tanpa atap) dan tertutup.
              Bentuk segi empat , jenis panggung yang perletakan panggung perunjukan berada di salah satu sisi yang lain. Kondisi ini menyebabkan penonton yang berada di arena samping akan merasa kesulitan menikmati pertunjukan kesenian.
        Bentuk kipas (melingkar), jenis panggung yang menjadikan ruang penonton melingkari panggung pertunjukan.
         Bentuk tapak kuda, jenis panggung ini akan memantulkan gelombang bunyi secara memusat disisi tengah ruangan, karena permukaaan dinding yang berbentuk cekung.
       Bentuk tak beraturan,jenis panggung ini tercipta untuk memenuhi aspek kenyaman visual,pencahayaan dan akustik.dinding ruangan dibuat tak beraturan agar dapat menyerap bunyi ataupun memantulkan gelombang bunyi yang dibutuhkan dengan baik.
              Auditorium, jenis panggung ini berada di tengah,dengan auditorium terletak mengelilingi panggung pertunjukan. Dengan begitu kemampuan arah hadap pementas, maka ia akan menghadap ke penonton.
              Auditorium transverse stage, jenis panggung ini memiliki bentuk yang sangat sederhana dengan meletakan panggung pertunjukan dan tempat duduk penonton saling berhadapan.
              Panggung terbuka, jenis panggung ini memiliki ruang utama dan ruang penonton terletak saling berhadapan. Terkadang ruang utama juga dikelilingi ruang penonton.
              Ruang arena/panggung arena, jenis panggung ini berupa teater melingkar yang dikembangkan dari bentuk amphitheatre klasik berupa bentuk radial. Ruang penonton berada di sekeliling ruang utama.
Proscenim, jenis panggung ini dapat disebut sebagai panggung bingkai karena penonton menyaksikan aksi aktor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkungan proscenium. Dalam panggung ini terdapat drop/silokrama dan wing yang terbuat dari kain hitam , serta balkon (posisi penonton di atas samping)
Masing-masing bentuk memiliki keunikannya tersendiri tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu mendekatkan pemain dengan penonton.
Panggung Arena terbagi 2 yaitu Full Arena Dan Semi Arena.
1. Full Arena : Bentuk Segi Empat, Bentuk Melingkar panggung perunjukkan berada di salah satu sisi dan ruang penonton berada disisi yang lain. Kondisi ini menyebabkan penonton yang berada di arena samping akan merasa kesulitan menikmati pertunjukkan kesenian,
2. Semi Arena :
     Later U
2   Tapal Kuda
     Leter L
3. Thrust
Panggung thrust seperti panggung proscenium tetapi dua per tiga bagian depannya menjorok ke arah penonton. Pada bagian depan yang menjorok ini penonton dapat duduk di sisi kanan dan kiri panggung, Panggung thrust nampak seperti gabungan antara panggung arena dan proscenium.
Bagian-bagian Panggung
Panggung teater, Bagian yang paling kompleks dan memiliki fungsi artistik pendukung pertunjukan adalah bagian panggung. Masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Seorang penata panggung harus mengenal bagian-bagian panggung secara mendetil. Yaitu :
1.      Border. Pembatas yang terbuat dari kain. Dapat dinaikkan dan diturunkan. Fungsinya untuk memberikan batasan area permaianan yang digunakan.
2.      Backdrop. Layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau diturun-naikkan dan membentuk latar belakang panggung.
3.      Batten. Disebut juga kakuan. Perlengkapan panggung yang dapat digunakan untuk meletakkan atau menggantung benda dan dapat dipindahkan secara fleksibel.
4.      Penutup/flies. Bagian atas rumah panggung yang dapat digunakan untuk menggantung set dekor serta menangani peralatan tata cahaya.
5.      Rumah panggung (stage house). Seluruh ruang panggung yang meliputi latar dan area untuk tampil
6.      Catwalk (jalan sempit). Permukaan, papan atau jembatan yang dibuat di atas panggung yang dapat menghubungkan sisi satu ke sisi lain sehingga memudahkan pekerja dalam memasang dan menata peralatan.
7.      Tirai besi. Satu tirai khsusus yang dibuat dari logam untuk memisahkan bagian panggung dan kursi penonton. Digunakan bila terjadi kebakaran di atas panggung. Tirai ini diturunkan sehingga api tidak menjalar keluar dan penonton bisa segera dievakuasi.
8.      Latar panggung atas. Bagian latar paling belakang yang biasanya digunakan untuk memperluas area pementasan dengan meletakkan gambar perspektif.
9.      Sayap (side wing). Bagian kanan dan kiri panggung yang tersembunyi dari penonton, biasanya digunakan para aktor menunggu giliran sesaat sebelum tampil.
10.  Layar panggung. Tirai kain yang memisahkan panggung dan ruang penonton. Digunakan (dibuka) untuk menandai dimulainya pertunjukan. Ditutup untuk mengakhiri pertunjukan.
11.Trap jungkit. Area permainan atau panggung yang biasanya bisa dibuka dan ditutup untuk keluar-masuk pemain dari bawah panggung.
12.Tangga. Digunakan untuk naik ke bagian atas panggung secara cepat. Tangga lain, biasanya diletakkan di belakang atau samping panggung sebelah luar.
13.  Apron. Daerah yang terletak di depan layar atau persis di depan bingkai proscenium.
14.  Bawah panggung. Digunakan untuk menyimpan peralatan set. Terkadang di bagian bawah ini juga terdapat kamar ganti pemain.
15.  Panggung. Tempat pertunjukan dilangsungkan.
16.Orchestra Pit. Tempat para musisi orkestra bermain. Dalam beberapa panggung proscenium, orchestra pit tidak disediakan.
17.FOH (Front Of House) Bar. Baris lampu yang dipasang di atas penonton. Digunakan untuk lampu spot.
18.Langit-langit akustik. Terbuat dari bahan yang dapat memproyeksikan suara dan tidak menghasilkan gema.
19.  Ruang pengendali. Ruang untuk mengendalikan cahaya dan suara (sound system).
210.  Bar. Tempat menjual makan dan minum untuk penonton selama menunggu pertunjukan dimulai.
211.  Foyer. Ruang tunggu penonton sebelum pertunjukan dimulai atau saat istirahat.
212.  Tangga. Digunakan untuk naik dan turun dari ruang lantai satu ke ruang lantai lain.
213.Auditorium (house). Ruang tempat duduk penonton di panggung proscenium. Istilah auditorium sering juga digunakan sebagai pengganti panggung proscenium itu sendiri.
214.  Ruang ganti pemain. Ruang ini bisa juga terletak di bagian bawah belakang panggung.

  Jenis – Jenis Lampu (Lighting)
A. Strip Light
1.           Open System
Deretan lampu yang berada dalam kotak panjang tanpa sekat, jenis ini dipasang pada Apron, untuk lampu kaki (Foot Light)). Di samping berfungsi sebagai penerangan umum juga dapat untuk menetralkan sinar dari atas.
2.           Compartment System
Deretan lampu dalam kotak panjang yang bersekat. Di dalam kesatuannya, deret lampu ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok warna. Lampu ini dipasang di daerah Border sebagai Border Light.
B.  Spot Light
            Sumber sinar berkekuatan besar, sinar yang dipantulkan oleh reflector dibiaskan oleh lensa dan biasannya sesuai dengan jenis lensanya. Ada berbagai macam lampu khusus atau Spot Light
1.      Fresnell Spot light
Fresnell adalah lampu spot yang menggunakan reflector spherical dan lensa patent fresnell yang memiliki cahaya menyatu tidak tajam (lembut).
2.      Plano Convex Spot Light
Lampu spot ini menggunakan reflector ellipsoidal dan lensa plano-konvex yang memiliki cahaya menyatu tajam. Lampu lensa dengan berbagai ukuran 5-8  dengan kekuatan antara 250 watt sampai 3000 watt.
3.      Ellipsoidal Spot Light
Lampu lensa berukuran 3- 12 dengan kekuatan antara 250 watt sampai 3000 watt.
4.      Follow spot light
Follow spot adalah lampu yang memiliki intensitas atau berkekuatan besar dan voltase/tegangan tinggi. Sinar dapat dipergunakan untuk mengikuti pemain berpindah atau bergerak untuk berganti posisi. Intensitas lampu follow minimal 1000 watt dan maximal 2500 watt.
5.      Flood Light
Flood  light adalah lampu yang mempunyai kekuatan yang besar tanpa lensa. Apa yang ditaruh di bawah dipancangkan pada suatu standar untuk menerangi jalan-jalan keluar masuk, drop, cyclorama, dan sebagainya. Ada yang digantungkan untuk menerangi daerah permainan, sebuah backdrop, sebuah cyclorama.

 Tata  Cahaya
            Pencahayaan yang memiliki Artificial (Buatan) melalui lampu dan muatan listrik yang diperdunakan untuk keperluan penerangan panggung atau untuk tujuan tujuan khusus guna untuk membantu suatu penampilan dalam kebutuhan pertunjukan.
Tata Cahaya dibagi dua :
1.      Tata Cahaya Lampu Umum (General Illumination)
Contoh : Cahaya Lampu Sehari – Hari.
2.      Tata Cahaya Khusus (Spesific Illumination)
Contoh : Cahaya yang disalurkan melalui lensa (Lampu-lampu pertunjukan)
Tugas dan Tanggung jawab penata Cahaya.
1. Menafsirkan scenario bersama sutradara.
2.Menggali stimulus gagasan Kreatifitasnya melalui tahapan tahapan awal yang disebut Working with the teks
3. Membuat catatan penting tentang scenario.
4. Bekerjasama dengan Tim produksi dan para penata lainnya.
5. Memahami dan menguasai tata cahaya (Lighting equitment) atau menguasai cara pengendalian lampu sangat perlu. Maka tidak saja diperlukan pengetahuan juga pengalaman.
Sarana Pengendali Lampu
1. Intensitas : Kekuatan Cahaya (Tebal atau Tipisnya cahaya)
2. Warna : Yaitu Berkaitan dengan Suasana.
3. Distribusi : Pencahayaan (Pemberian Pencahayaan)
4. Gerakan : Perpindahan Ruang.
Prosedure Tata Cahaya
1. Planning : Rancangan.
2. Design : Rancangan.
3. Bump in : Konsep.
4. Rigging : Tempat Lalu lalang Penonton.
5. Paching : Cara penataan Dari Alat alat.
6. Plooting Gerakan Pencahayaan (Gambar)
7. Focusing : Pemokusan (Yang Biasanya pada lampu tertentu)
8. Performing : Permainan cahaya (Memberikan Cahaya)
9. Bump Out :  Konsep keluar

Macam-macam lampu :
1 .Scoop adalah lampu flood yang menggunakan reflektor elipssoial dan dapat digunakan
2. Profile adalah termasuk lampu spot yang menggunakan lensa plano convet sehingga lingkaran cahaya
3. Lampu efek adalah lampu yang menghadirkan cahaya khusus untuk kepentingan tertentu
4. Barndorn adalah sebuah alat yang memiliki strip atau penutup yang dapat diatur atau disesuaikan
5. Gobo adalah plat metal yang dicetak membentuk pola motif tertentu
6. Filter


  

Komentar